Dimulai katanya bakalan ada penutupan jalan pada kawasan Dago yang ternyata berubah acaranya ke kawasan Diponegoro. Sebenernya amat kecewa dengan berubahnya rencana penutupan jalan dengan alasan yang saya pikir terlalu dibuat – buat. Mana perubahannya terjadi satu hari sebelum hari H nya. Kawasan Diponegoro sendiri sebenernya bukan hal yang asing lagi kalau dijadikan kawasancar free day. Hal ini dikarenkan tiap hari minggu memang kawasan itu ditutup bedanya mungkin pada hari ini tidak ada pedagang yang beseliweran melainkan tenda – tenda yang bertajukkan ekologi lingkungan serta promosi kawasan Bandung.
Setelah melakukan publisitas di FB saya berharap mengumpulkan teman – teman yang bisa diajak untuk hangout dengan inti acara jalan – jalan ria sambil phota photi. Berhubung pada saat pembuatan event masih dijalan Dago maka dari itu tempat berkumpul berada dikawasan dibawah jembatan Cikapayang tepatnya di Taman sebelah gereja.
Disana ternyata sudah berkumpul kelompok sepeda onthel (bener gak nulisnya) dengan pakaian model lama yang dikenakannya. Sebenernya ini merupakan keunikan dari sisi kota Bandung yang jarang dilirik oleh dinas pariwisata. Melihat sepeda onthel dan para pengendaranya ternyata ada diantaranya yang sosoknya mirip dengan presiden kita. Sayangnya didaerah ini ternyata tidak berlangsung lama karena tamtib datang untung menertibkan. Sayangnya sebenarnya kita disana hanya untuk berteduh serta menunggu teman tapi sayang harus segera bergantu lokasi.

betapa hitechnya bapak kita ini. Mirip sapa hayoo?
Lokasi jalan bebas kendaraan sendiri sebenarnya saya sendiri kurang mengerti jarak dan titiknya. Hanya saja kalau dilihat hanya sebagian kecil ruas jalan. Dari sepanjang Gedung Sate hingga perempatan pertama. Sepanjang jalan yang bikin seru adalah adanya beberapa stan – stan yang menarik. Beberapa diantaranya adalah stan dari temen – temen choir Unpad (maap yang apal cuman ini) dan Kummara. Selebihnya hanya numpang lewat karena hanya dua stan ini yang saya habiskan waktu paling banyak
Di stan choirnya Unpad kita disuguhkan acara yang menarik. Mulai tarian sunda, nyayian sunda, hingga permaina ntradisional seperti bulutangkis menggunakan pemukul kayu serta enggrang. Akhirnya setelah sekian lama berhasil juga mencoba enggrang (maklum anak lahir dikota). ada lagi menari – nari jaipongan hanya saja karena ada temen – temen kita yang dari SD sehingga formatnya dirubah sedikit menjadi ular naga
. Ahh berasa kembali muda. Temen – temen dari perkumpulan onthel disini menyajikan acara lucu loh ditambah lagi ada orang tua yang berumur tapi masih Oye membuat acara menjadi segar

Jalan – jalan dilanjutkan dengan sesi phota photi disertai alat bantu sepedanya Bang Aswi dan Bintang. Yang ini sich cuman jalan -jalan liat stan yang kebanyakan isinya tentang lingkungan. Eh dilain kesempatan kita ketemu ama ‘Trash Bag’ lho. Lucunya disini Petra yang dengan serius meminta FBnya agar bisa di tag photonya mendengar ‘Trash Bag’ – nya berucap “Ah kalau jodoh sapa tau”. Iya Pet kalau jodoh sapa mau apa lagi setidaknya ketemunya di Event yang bener
.

Di stan Kummara kita disuguhin banyak permainan sayangnya saya cuman nyobain dua saja. Nyesel euy gak maen dari tadi. Cuman kalau maen dari tadi saya gak dapet sesi Phota – photi . Ahh pilihan yang sulit. Mana pas maen tiba – tiba Nugie manggung lagi. Ah rejeki udah ada sendiri tinggal kita memilih bukan
Ah acaranya yang terlalu cepat berlalu dan tidak sesuai dengan rencana ternyata menarik juga yah
. Speasial thanx hari ini buat Lensa kamera Bagus , Bimas dan Echi (dari yang konfirm cuman mereka doank yang dateng pada lokasi yang tepat hiks hiks terharu sayah)

sampai ketemu diacara selanjutnya