Bayu Hebat™

August 2, 2008

Antara pemberitaan dan Rating TV| Pemikiran tentang efek dari berita yang berlebihan

Filed under: Berbagi Pikiran — Bayu Tabusalla @ 9:25 am
Tags: , ,

Saat orang lain membahas permasalah tukang-kulit-you-know-who. Saya mau membahas sisi effect dari pemberitaan di TV terhadap kehidupan banyak orang

Effect Berita TV yang berlebihan

Apa sich yang dicari dari sebuah stastiun TV, Saya yakin jelas iklan buat hidup dari stasiun TV itu sendiri plus orang yang punyanya. Permasalahannya kebanyakan stasiun TV mendapatkan dengan menampilkan sinetron rak mutu atau berita pada satu kasus yang lagi hot

Saya gak menghalangi orang untuk mendengar/menonton/mengosip berita karena saya juga sering seperti itu😀. Tapi lihat lah realita sekarang banyak pemberitaan terhadap sesuatu (dalam konteks ini sekarang adalah kasus you-know-what) yang berlebihan apakah mereka diujung dibelakang layar sana menyadari efek berita berlebihan?

Sekarang gini berita sebenarnya adalah alat untuk memberi tahu apa yang sedang terjadi pada saat ini. Tapi kenapa berita dimanfaat kan untuk mencari rating dengan cara – cara yang, menurut saya, gak banget.

Berita yang sedang hot diulang – ulang berulang kali dengan hanya mengganti sudut pandangnya saja. Memang beritanya bakalan laku tapi efeknya ituloh. Bisa bayangin gak karena berita diulang ada beberapa orang yang gak kepikiran buat melakukannya malah jadi kepikiran.

Mungkin aja berita Mr-mutilasi akan menaikan rating tapi lihat lah anak – anak kita (maap anaknya orang maksudnya) merekakan lagi proses belajar. Trus karena orang tuanya lebih mempercayakan anaknya pada stasiun TV-yang-katanya-bisa-mencerdaskan-bangsa dibanding dengan sinetron atau pun pelem kartun kesukaan saya. Beh anak yang masih polos itu lalu termakan oleh berita yang ada mungkin besarnya bisa terlibat kasus yang sama

Beberapa pisikopat diuar sana akhirnya karena berita yang berulang menemukan cara pisikopat model baru, bahkan mungkin saja mereka menerbitkan buku berjudul “piskopat populer” untuk menyaingi buku “pisikologi populer”. Contohlah geng motor, oknumnya cuman beberapa orang dari sebuah geng, akhirnya merebak menjadi banyak geng motor

Dalam teorinya The Secret karena kita fokus terhadap sesuatu maka sesuatu tersebut akan menjadi kenyataan atau bertambah banyak.

Solusi Mikir Ndiri

Kalo menurut saya layaknya makanan atau apapun sebuah berita harusnya ada tanggal kadaluarsanya, contoh berita paling hot sekalipun hanya boleh diberitakan maksimum 2 minggu saja.

Solusi ini terbukti efektif sejak tidak adanya berita tentang geng motor kejahatan geng motor pun semakin menghilang (Penelitian sendiri tanpa data :D).

Pada beritapun diwajibkan diberikan rating tersendiri dare G sampe X (wah ada yah?), bahkan kalo perlu bikin kantor berita anak – anak sendiri

Jadi jangan salahkan saia kalo dirimu semua nanya trus saya gak tau beritanya. Soalnya berita udah gak pernah ditoton lagi isinya nyeremin semua, mening nungtun lain atawa ngeblog lebih bermanfaat menurut saia

12 Comments »

  1. yah mao gimana lagi bay,, pertelevisian indonesia kan profit oriented jadi kayaknya klo ada televisi yang mengakomodasi kepentingan anak itu bisa jadi hanya mimpi.. tapi bukan ga mungkin ya..

    Comment by emfajar — August 2, 2008 @ 10:44 am | Reply

  2. wuih, skarang ngak ada ceritanya tv mencerdaskan bangsa. yang ada, kampanye untuk tidak menonton tv selamanya. karena ternyata tv lebih memberikan efek negatif yang sangat besar dibandingkan efek positifny.
    untuk berita, tanggal kadaluarsanya ngak bisa ditentuin yu. karena, bagaimana pun juga, yang menentukan adalah masyarakat, bukan kantor berita. selama ada sesuatu yang baru, berita akan selalu hot.
    anw, definisi berita sampai saat ini belum ada yang pasti. kebanyakan orang yang bergerak di jurnalistik, masih mempercayakan definisi berita dengan merujuk pada anjing menggigit bayu bukan berita. tapi bayu menggigit anjing, baru itu berita.
    alat untuk menyampaikan berita namanya media. saat ini udah ada media massa cetak, elektronik, dan internet. jadi, berita bukan alat komunikasinya. justru berita itu adalah informasinya. sebagai alat komunikasinya, yah itu tadi. koran, majalah, radio, tv, dan internet.

    bayuhebat : Hihihi baru nyadar salah tulis, thks perbaikannya

    Comment by Yudha P Sunandar — August 2, 2008 @ 10:56 am | Reply

  3. I know what and i know who…:mrgreen:

    Beginilah kalo uang yang sudah jadi tujuan segala cara dilakukan tanpa pikir dampak psikologis bagi anak-anak kita (maksud saya anak-anak tetangga, saya belum punya anak soalnya)… jadi…? Semuanya dikembalikan pada diri kita apakah mau mengambil yg positif atau negatif… atau mau golput saja… tp inget golput juga berarti memilih lho… memilih untuk tidak memilih… *btw, saya ni lagi ngomong apa ya*:mrgreen:

    hakimtea Punya tulisan terakhir : Tema dan Logo 63 Tahun Negeriku

    Comment by hakimtea — August 2, 2008 @ 11:23 am | Reply

  4. Kalo mau nonton yang aman2 aja mending nonton Disney Channel bay, kayak TV Kabel di kostan ku yang baru he he he…

    Well sepertinya memang perlu lebih melek lagi menangkap informasi-informasi seperti ini. Sebenarnya ada dua frame berpikir tentang kenapa perlu ada pemberitaan kasus seperti ryan ini (dengan mengabaikan sementara sisi komersil dan rating):

    1. Memberikan edukasi positif kepada warga untuk lebih berhati-hati dan waspada (karena kenyataan memang seperti ini), dan menunjukkan adanya sikap tegas oleh aparat kalau ada kasus seperti ini. Jadi membuat takut para calon pelaku untuk semakin berpikir dua kali

    2. Sisi negatifnya ya seperti yang bayu dan teman-teman kemukakan di atas.

    Kalau ditanya kemasalah jurnalistiknya, maka berita seperti ini memang harus diliput apa adanya. Karena pers memegang amanah dari rakyat sebagai penggali informasi. Kalau pers tidak berhasil menggali informasi, maka perlu diragukan keoptimalan fungsi pers di masyarakat. Seperti pernah terjadi di rezim2 lama tentang pembungkaman pers.

    deniar Punya tulisan terakhir : XGA TV Box (TV Tunner) baru, Gadmei – TV 5803E dengan fitur PIP

    bayuhebat : gak bisa dipungkiri bahwa berita berefek postitif juga den, cuman sebagai mana yang berlebihan itu gak baik. Kalo saya mah cukup tahu saja gak sah dibahas berlebih

    Comment by deniar — August 2, 2008 @ 3:02 pm | Reply

  5. makanya gue nggak suka nonton berita huehee…

    *comment nggak penting dari orang ngagk penting di blog nggak penting ;P

    senny Punya tulisan terakhir : Obrolan Nggak Penting

    Comment by senny — August 2, 2008 @ 3:23 pm | Reply

  6. wahh, seharusnya kayak gini ga usah dipermasalahkan. :p. masih ada urusan yang lebih 100x lebih penting daripada ini.

    bayuhebat : kalo emang ini gak usah dipermasalahkan kenapa anda komen bukannya masih ada yang lebih penting dari ini😀

    sy gak setuju ma anda. Tohnya, the secret is no secret.. Just secret for dumdum..

    bayuhebat : Maaf saya cuman komentar pribadi, kalo gak setuju monggo, If it’s work for me maybe not for everybody

    lagian anak-anak ga suka nonton berita.. coba ajah klo ada idola cilik.. pasti nontonnya itu2 melulu..🙂

    bayuhebat : yang saya bahas ibu – ibu yang gak mau anaknya nonton sinetron ataupun pilm2 gak jelas. Lagian kata sapa anak – anak gak suka nonton berita?

    Saya rasa ini bukan masalah dari “berita”nya.. tapi keberadaan TV sendiri. dan juga orang-orang indonesia. Ini semua salah makhluknya. bukan penyedia layanan ataupun teknologi apalagi ilmu pengetahuan.

    bayuhebat : perlu diingatkan penyedia layanan dan teknologi itu dari manusia juga, bahkan berita itu juga dari manusia, kenapa harus orang Indonesia saja?

    klo mo diperpanjang masalahnya:

    Seharusnya yang dipermasalahkan itu blog. Karena berita yang usang masih saja disimpan dan tetap bisa diakses. tidak ada batas kadaluarsanya kan?? lebih parah mana? TV atau Blog. TV tidak 24 jam non-stop selalu menampilkan berita. Sedangkan, 24 jam bisa diakses.. So, kayak gini ajah kok direpotin sih?!

    bayuhebat : sorry keluar konteks saya bahas TV bukan blog, lagian kalo mau bahas blog silakan bikin postingan sendiri, saya membahas yang saya bisa kasih solusinya bukan yang gak bisa, Sorry kalo cuman koar – koar semua orang bisa cuman saya disini menawarkan solusi

    Comment by Orang stress — August 2, 2008 @ 5:00 pm | Reply

  7. @senny
    berita itu penting loh…. serius…aku aja sampe bela2in juga liat channel luar negeri.. sekalian practice my english he he he

    deniar Punya tulisan terakhir : My Another Blog, Komik Strip pindahan

    Comment by deniar — August 3, 2008 @ 6:53 am | Reply

  8. maklumi saja… tohhh orang stress.. :)) diri lain dari diri saya.. hehehe

    Comment by Taruma — August 3, 2008 @ 12:17 pm | Reply

  9. Bad News Is A Good News….. 😉

    Comment by mbelGedez — August 3, 2008 @ 7:40 pm | Reply

  10. @Taruma: serem banget! punya kepribadian ganda ya?

    hmmm…bagaimanapun yang berlebihan memang tidak baik..

    rani! Punya tulisan terakhir : you don’t have to get a master in physic first if you wanna learn chemistry, rite?

    Comment by rani! — August 4, 2008 @ 8:04 am | Reply

  11. *OOT

    @Rani!: aslinya lebih kasar loh…🙂 tapi, karena harus jaga image sih.. jadi tertahan gitu deh..🙂

    Gravatarnya matiin dong.. ketawan dehh.. hehehe

    BayuHebat : Gak ada gravatar juga ketawan ada web dul!😛

    Comment by Taruma — August 4, 2008 @ 11:16 am | Reply

  12. […] kartun bisa kaya gini maka anak – anak bisa punya tontonan trus ibu – ibu gak perlu khawatir dengan efek samping dari TV. Yah minimal di minimalisir lah. Lagi pula jaman sekarang kan udah gak ada lagi lagi anak – anak […]

    Pingback by Bayu Hebat™ » Blog Archive » Upin Dan Ipin - Kartun Bulan Ramadhan Puasa — September 8, 2008 @ 9:36 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: