Bayu Hebat™

February 13, 2009

Uang tanpa Jaminan

Filed under: Bisnis dan Investasi — Bayu Tabusalla @ 8:20 pm
Tags: , , , , ,

Oke ini tulisan serius dan sepertinya gak pake gambar karena bingung mau narok apaan.

Jadi seperti yang kita ketahui bahwa jaman dahulu kala (gak lama – lama kok). Uang itu dicetak dengan jaminan berupa emas. Jadi barang yang berupa kertas lecek bin kumel yang jadi alat transaksi mempunyai nilai yang sepadan. Kalau kita lihat sekarang hanya ada beberapa negara saja yang menggunakan Emas sebagai jaminan mata uangnya. Keuntungan dengan adanya penjaminan mata uang terhadap emas adalah membuat mata uang tersebut stabil terhadap inflasi. Sampe saat ini kalau menurut saya negara kaya Saudi relatif tidak terkena dampak dari inflasi karena mata uangnya yang stabil

Kalau kita cek lagi sekarang Negara Indonesia dan Amerika sekarang ini sudah tidak menggunakan emas sebagai jaminan mata uangnya. Trus bagaimanakah mata uang itu memiliki nilai. Ada sebuah hal yang patut semua orang tahu bahwa uang sekarang bisa dicetak seenak udel oleh yang namanya bank sentral. Bank  sentral sendiri bisa jadi bukan milik dari pemerintah tapi juga bisa milik swasta (Amerika begono). Tugas dari bank sentral ini seperti yang diketahui adalah mencetak mata uang bagi suatu negara dan mengawasi aliran uang yang ada sehingga bisa “mempermainkan” inflasi. Mata uang menjadi ada harganya karena jumlah uang yang beredar dimasyarakat. Sama seperti barang langka lainnya membuat uang menjadi memiliki harga.

Hummm sampe sini bisa dimerngertikan? kita lanjutkan lagi bagaimana beberapa cara orang menguasai dengan menggunakan informasi ini.

Karena tidak adanya jaminan maka uang – uang yang dicetak tersebut seperti sebuah kertas hutang yang lucunya saya baru tahu bahwa negara berhutang untuk mempunyai mata uang dan dikenakan bunga. Hebat yah negara yang notabennya harusnya paling kaya berhutang kepada dirinya sendiri atau dalam kasus amrik berarti berhutang terhadap swasta. Tiap rupiah yang dicetak atau pun nominal lainnya sebenernya merupakan hutang yang negara buat yang nantinya akan dibayarkan.

Mari kubuat lebih simple agar mudah dicerna. Kalau seandainya mata uang dicetak dengan jaminan emas ataupun lainnya maka harga uang kertas tersebut setara dengan apa yang dijaminkannya. Contohnya adalah uang koin 500 an. Harga benda yang menjadi uang koin tersebut sebenarnya 500 rupiah itu tersebut (dengan mengesampingkan proses pembuatan). Seadainya gak ada jaminan maka seolah – olah kita mencetak mata uang seperti halnya kita meminjam emas dimana emas tersebut gak pernah ada.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa uang yang ada sekarang ini menjadi berharga karena jumlah yang beredar. Uang yang ada sekarang seperti memiliki pasar sendiri dimana bisa naik atau pun turun sepertinya halnya pasar saham.

Amerika membuat mata uang mereka menjadi alat tukar internasional sehingga banyak orang yang menyimpan uang dollar mereka. Karena uang tersebut merupakan “benda pinjaman” yang harus dikembalikan amerika tidak begitu mempedulikannya dikarenakan uang mereka bukan berada dinegara mereka sehingga utang tersebut seperti dialihkan kenegara lain. Dilihat bahwa kalau seluruh uang yang beredar di amerika berada diluar negeri mereka maka aliran uang dinegara menjadi turun sehingga dilakukan proses cetak uang kembali. Hal ini dikarenakan untuk mempertahankan nilai dari mata uang mereka sendiri. Model seperti ini sama saja seperti membeli makan siang gratis dimana negara lain yang membayar makan siangnya dan itupun tidak disadari.

Ada beberapa hal yang lucu. Negara kita untuk menstabilkan nilai uang kerap kali dengan cara menerbitkan ORI atau cara lainnya.  Yang menarik disini ORI dijamin oleh negara dan pasti dibayar. ORI sendiri dilempar kemasyarakat (sebenernya ke konglomerasi perbankkan). Ada aliran yang berputar disini. Negara menerbitkan uang untuk masyarakat dan menariknnya kembali untuk diinvestasikan kenegara lalu negara membayarnya dengan mencetak lebih banyak uang. Akhirnya adalah sebuah siklus hutang negara. Yang terjadi sekarang adalah negara kita mencetak uang dengan dana pinjaman dari luar negeri bisa dilihat seperti apa perputaran yang terjadi.

Lain halnya dengan amrik karena dikuasai oleh Swasta uang mereka dicetak dengan ditambah sedikit bunga yang harus dikembalikan. Bunga tersebut wajib dibayarkan dengan mencetak lebih banyak uang lagi. Bisa dilihat sebenernya swasta lah yang memegang kendali dari amerika dan bukan negara. Inilah yang disebut ekonimikal hitman (dimana negara dikuasai oleh konglomerasi dan peraturan dibuat untuk mengeruk keuntungan).

ps: note dibuat dengan keterbatasan otak penulis butuh feed back

Tambahan

jikalau melakukan investasi maka sekarang saya mengeluarkan satu parameter baru yaitu rasio mata uang terhadap emas. Cara mudahnya dengan melihat kurs Saudi. Karena uang sekarang berbentuk pasar maka cara meminimalisir kerugian sama seperti dalam cara Buffet untuk mencari Perusahaan untuk diinvestasikan

Update 15 April 2009

Sebagai tambahan ilmu silakan download bahan disini bagi yang gak mendapatkan filmnya. Di ebooknya dijelaskan juga sejarah uang dan man behind the sceen semoga bisa bermanfaat

18 Comments »

  1. yg tambahan pake contoh dong Bay..

    Bayu Hebat™ : ini cara investasi buffet keluar konteks entar cek di blog ku ada kok :d

    Comment by lala — February 13, 2009 @ 8:52 pm | Reply

  2. Aaargh! Dah 3x nulis, ilang mulu! (oot)

    hah! katanya No Related Post.

    Penulisnya butuh feedback. Pembacanya butuh backpack *isi kamus ekonomi*

    sumpah, ngga ngerti gw, cm ngerti ampe 500 rupiah bla bla bla…

    Mending nyuruh gw baca buku kimia dua jilid deh..

    ORI?? ORIgami? ORIginal? ORI anggara?…

    Comment by lala — February 13, 2009 @ 9:22 pm | Reply

  3. Uang yang dijamin?

    Hmm… Nggak ngerti! Mesti diserap pake elmu ekonimi nih! Tapi berhubung otak gw blom nyampe sono. Jadi pemahaman gw tentang uang itu, adalah gimana cara dapet uang yang terus ngalir ke rekening setiap hari..

    Kekekekeke…:mrgreen:

    Bayu Hebat™ : kan ada lagi duit ngalir direkening mu kalau udah kompleks ntar

    Comment by GiE — February 13, 2009 @ 10:21 pm | Reply

  4. Koq pake standar Real Saudi ? Perasaan mata uang Saudi juga tergantung dolar deh. CMIIW.

    Comment by hevi.fauzan — February 13, 2009 @ 11:10 pm | Reply

  5. Makanya, kenapa sih sekarang lagi ramai soal ekonomi syariah? karena salah satunya adalah untuk mengembalikan penggunaan uang dinar dan dirham yang terbuat dari emas dan perak. Di mana-mana sama, nilai 1 Dinar di Indonesia akan berlaku di Arab atau Malaysia dan di manapun. Karena ukuran dinar (beratnya, karatnya) sama persis alias sudah menjadi standar Internasional.

    Kalau sekarang, nasib mata uang kita bener-bener tergantung sama mata uang asing, karena uang sudah jadi komoditi. Di perjualbelikan. Dengan menukar uang kita dengan dollar, itu sama aja kita beli dollar. Logikanya seperti itu. Jadi, kalau pengen meningkatkan daya tawar rupiah dan bikin Amerika hancur, teorinya sih gampang aja … tukarkan semua dollar yang ada di Indonesia dengan Rupiah dan jangan lakukan transaksi dengan Dollar.😉

    Comment by Donny Reza — February 14, 2009 @ 12:04 am | Reply

  6. wah abis baca economical hitman ya bay??keren tuh bukunya😀

    Comment by Ananto — February 14, 2009 @ 6:52 pm | Reply

  7. Kalo mau tahu lebih lengkap ada buku Sejarah Uang (buku saku kecil tapi nan padat).

    ORI atau katakan saja SUN (Surat Utang Negara), di Amerika Treasury Bond, memang dibuat untuk menambah kas Negara dari uang Masyarakat (tentunya disini Masyarakat yang dimaksud adalah kaum menengah keatas).

    Mungkin sederhananya bisa seperti ini, ada konsep Pemerintah/Negara, Swasta/Pengusaha, Masyarakat

    Pemerintah adalah organisasinya
    Pengusaha adalah pemodalnya
    Masyarakat adalah anggotanya

    Organisasi butuh modal
    Pengusaha punya Modal
    Masyarakat butuh lapangan kerja

    Kesimpulannya Pengusaha memodali pemerintah, pemerintah dengan segala program2nya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

    Kalo inflasi seperti ini, aspek/variabel yang berperan cukup banyak. Bukan hanya uang yang beredar, namun juga situasi ekonomi negara bersangkutan.

    sederhananya
    Inflasi, permintaan xxx lebih tinggi dari penawaran xxx
    Deflasi, Penawaran xxx lebih tinggi dari permintaan xxx

    contoh, saat permintaan dolar di Indonesia tinggi maka secara hukum pasar harga dolar akan naik. Sehingga cadangan dolar di Indonesia akan menipis. tentunya ini akan berdampak kepada Pengusaha yang mengimpor barang yyy dengan patokan dolar (harga naik), sehingga barang yyy akan mengalami inflasi.

    Saat seperti ini, ditakutkan pondasi ekonomi akan runtuh. Tapi Alhamdulillah, Indonesia memiliki satu kelebihan yang membuat Indonesia bisa bertahan di krisis global ini.

    Mau tahu…!

    Comment by erween — February 15, 2009 @ 4:02 am | Reply

  8. @donny reza : alhamdulillah itu hanya teori pak, karena kenyataannya bisa berbeda 180 derajat.
    Kok bisa? saat kita menukarkan semua rupiah dengan DOLAR sama saja membunuh pengusaha IMPOR-EKSPOR.

    Comment by erween — February 15, 2009 @ 4:04 am | Reply

  9. @donny reza : alhamdulillah itu hanya teori pak, karena kenyataannya bisa berbeda 180 derajat.
    Kok bisa? saat kita menukarkan semua rupiah dengan DOLAR atau sebaliknya sama saja membunuh pengusaha IMPOR-EKSPOR.

    Comment by erween — February 15, 2009 @ 4:05 am | Reply

  10. sori bay gw nyampah disini, bisa lo hapus koment yang pukul 04.04!
    Gua bantu kamu buat informasi tentang konsep uang sebenar uang, no offense ya murni diskusi!

    @Gie : Pola pikir yang sederhana namun efektif, jangan lupa kalo ada kelebihan uang direkening tolong …sekali lagi tolong dibelanjakan…

    @lala : sejujurnya gw juga mending baca buku fisika kuantum 2 jilid :p

    @ananto : economical hitman, hmm, kayaknya buku bagus! Doakan saja bukan buku tentang “opini seseorang akan pandangannya terhadap ekonomi yang didukung oleh referensi2 dan fakta2 yang dia ciptakan untuk mendukung opininya menjadi fakta”

    Bayu Hebat™ : yo gak papa bos

    Comment by erween — February 15, 2009 @ 4:13 am | Reply

  11. .
    Udah pernah sayah mbaca soal inih di suatu Blog, dan sayah pipis juga di sanah.

    Memang, apa yang dibikin amrik dengan dollar nya, ibarat makan enak di restoran tapi ndak mbayar.

    Negara laen lah yang kudu cuci piringnya.

    Nyebelin memang.

    Sialnya lagi, Eropa ngiler juga dengan konsep “makan enak di restoran tanpa bayar” inih….

    ***walah, tambah mbulet…***

    Comment by mbelGedez™ — February 15, 2009 @ 7:30 am | Reply

  12. asli…aku kok ga tertarik dollar yg di hasilkan dr blog…
    ga tahu,..apa aku yg oon kali ye..

    *siap2 jual barang tribal*

    Bayu Hebat™ : aku mah tertarik dollarnya cara ngasilinnya terserah sing penting halal

    Comment by escoret — February 15, 2009 @ 5:29 pm | Reply

  13. berharap Indonesian rupiah jadi nomor satu suatu saat nanti…..

    Comment by arikaka.com — February 17, 2009 @ 7:52 pm | Reply

  14. It’s a nice blog. Salam kenal ya…

    Comment by Mbak maya — February 19, 2009 @ 10:06 pm | Reply

  15. @erween,
    haha, makanya saya bilang teorinya sih mudah :)) secara kasarnya juga saya belum kebayang sih apa yang akan terjadi seandainya semua orang di Indonesia menukarkan dolarnya menjadi rupiah semua. Barangkali juga apa yang Mahathir Mohamad dulu sarankan untuk menggunakan uang regional -kayak Euro- bisa sedikit mengurangi ketergantungan terhadap dollar, atau misalkan pemerintah rada nekad dikit … ‘semua transaksi harus pake rupiah!’ :p tinggal nunggu nasib aja apakah para pengusaha bisa kuat di ‘pukulan pertama’ atau nggak :))

    Bayu Hebat™ : behh lebih ngeri lagi sayah kalau ada mata uang regional. disarankan menonton zeitgeist dulu

    Comment by Donny Reza — February 23, 2009 @ 5:09 pm | Reply

  16. ngomongin apa sih nih? teu ngarti… errgghhh… kalo ada uang berlebih, saya menerima transfer ataupun cash…😀

    Bayu Hebat™ : lamun teu ngarti bakalan susah dapet duitnya loh

    Comment by ichanx — February 25, 2009 @ 12:51 am | Reply

  17. […] yang sudah dibahas sebelumnya bahwa sistem ekonomi dunia dikuasai oleh bebera orang. Sekedar informasi di link tersebut sudah […]

    Pingback by Mengambil keuntungan pada sistem ekonomi yang kacau | Bayu Hebat™ — April 15, 2009 @ 11:24 am | Reply

  18. Yg bener uang dicetak berdasarkan barang dan jasa yg dihasilkan warga indonesia. Baru permintaan dan penawaran stabil tidak terjadi inflasi. Liat sejarah kebangkitan ekonomi nazi sebagai contoh.

    Yg terjadi saat ini kan percetakan uang tidak gratis dan dibebani hutang berbunga setiap lembar yg dicetak.
    Artiannya hasil jualan barang komoditi jerih payah rakyat bukan utk rakyat indonesia, melainkan utk bayar hutang plus bunganya ke BI.

    Contoh: hutang 1 milyar utk perikanan. Dari 1 milyar dihasilkan 100 Ton Ikan salmon. Utk membayar hutang plus bunga maka hanya 25 Ton ikan saja yg dijual kpd rakyat indonesia seharga 1 milyar (inflasi terjadi disini) sisanya sebanyak 75 Ton dijual kepihak asing seharga 2 milyar (dijual ke asing lebih murah karna persaingan usaha).
    Kemudian sudah untung 3 milyar. 2 milyar utk bayar hutang plus bunga ke BI. 1 milyar lagi utk modal memanen ikan lg. Dan seterusnya.

    Nah dari BI dapat uang 2 milyar maka utk memenuhi kebutuhan ikan buat rakyat. Maka dibeli lah lagi 75 Ton ikan dari pihak Asing (yg barusan kita jual). Karena 75 ton ikan itu sudah dikemas sedemikian rupa di bumbui di olah, maka telah mempunyai nilai lebih. Oleh karna itu 75 ton ikan salmon yg sudah dikemas tadi dihargai 4 milyar! Uang BI kurang… ya akhirnya cetak lagi uang dengan dibebani hutang plus bunga kepada pemerintah indonesia (indonesia tambah lagi deh hutangnya)

    Dan seterusnya lingkaran hutang berbunga ini gak ada habis dan gak akan pernah lunas selamanya. Malah akan bertambah trus. Yg ada rakyat menjerit kekurangan dan kesenjangan sosial makin meruncing. Ini yg terjadi di indonesia.

    Comment by ramaoyam — September 21, 2015 @ 8:23 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: